Minggu, 3 Maret 2024

Gubernur Minta Dokar dan Becak Jadi Transportasi Utama di Kota Lama Semarang

Murianews
Sabtu, 22 September 2018 10:36:20
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat membuka Festival Kota Lama Semarang. (MuriaNewsCom)
Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta transportasi tradisional seperti becak dan dokar menjadi alat transportasi di kawasan Kota Lama Semarang. Hal ini untuk memperkuat kesan vintage kawasan yang mempunyai julukan Little Netherland tersebut. Ini dikatakan Ganjar, saat membuka Festival Kota Lama ke-7, Jumat (21/9/2018) malam tadi. Menurut dia, keinginan itu sempat ia lontarkan kepada sejumlah menteri. "Ketika berlayar dari Karimunjawa ke Semarang bersama para menteri saya ditanya, Pak Gubernur inginnya apa? saya jawab saya ingin Kota Lama," katanya. Selain itu Ganjar juga menginginkan ketika orang masuk ke kota lama tidak ada polusi. Dia pun meminta pasokan listrik, dan menginginkan agar becak dan dokar masuk Kota Lama sebagai moda transportasi. "Kita akan undang kawan-kawan mengisi di sini, berkunjung ke sini. Pak presiden sudah mendukung. Yuk, kita permak kota lama bersama. Jangan lupa bahagia," ujarnya. Menurut dia, di Kota Lama harus dipenuhi berbagai even, sehingga akan memperkuat pengakuan sebagai kota warisan dunia oleh UNESCO. Ia menyebut, gedung-gedung bersejarah di kota lama yang asyik buat selfie memang berhasil memikat wisatawan, namun itu menurut dia belum cukup. "Kawasan ini harus ditiupkan ruh, harus ditiupkan rasa bahwa di sini bukan hanya manusia yang ada, bukan hanya bangunan yang asyik buat selfie, tapi ada nuansa yang tercipta di sini," terangnya. Ungkapan Ganjar tersebut ditujukan pada para pegiat lintas bidang yang peduli pada kota lama. Dia akan terus mendukung beragam acara di Kota Lama. Bahkan dia meminta penyelenggaraan festival serupa tidak hanya dilakukan setahun sekali. "Maka saya minta tiap Minggu ada acara di sini. Akhirnya ide-ide lahir di sini. Saya tidak ingin festival ini hanya satu tahun sekali, tapi tiap Minggu. Buat apapun, festival dalang, festival lari atau apapun," paparnya. Festival Kota Lama Semarang sendiri berlangsung dari 20 - 23 September 2018. Beragam acara tersaji dari kesenian hingga pameran UMKM dengan mengusung tema Kuno Kini Nanti, Beda Masa Satu Rasa. Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kota Lama, Didiek Hardiana Prasetyo mengatakan telah menyiapkan beragam pertunjukan tradisi hingga modern. Dengan mengundang seniman ternama dari Ki Anom Suwito hingga Tohpati Bertiga. "Juga ada jelajah Kota Lama sambil mengenal sejarah yang tersimpan di dalam gedung - gedung tua di kawasan ini bersama Bersukariawalk Tour," pungkasnya. Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar