Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku yang tega membuang bayi tak berdosa itu.

“Kita sudah terjunkan tim untuk segera melakukan penyelidikan supaya dapat segera mengungkap pelaku pembuangan bayi,” katanya, Kamis (25/7/2019).

Ia menyebut, jasad bayi laki-laki tersebut kini dibawa ke RSUD Kardinah untuk ditangani secara medis. Pihaknya juga akan melakukan tes DNA untuk mendeteksi orang tua bayi tak berdisa itu.

Saat ditemukan, mayat bayi itu dalam kondisi memprihatinkan. Selain itu, ari-ari juga masih menempel, sehingga diduga bayi langsung dibuang setelah dilahirkan.

Salah seorang saksi Wartiningsih (42) warga Kelurahan Slerok mengaku menemukan bayi itu terbungkus dalam plastik berwarna hitam.

“Awalnya saya lihat plastik di selokan, setelah saya cek ternyata bayi. Kemudian saya lapor ke warga kemudian bayi dibawa ke Puskesmas Slerok sampai akhirnya petugas kepolisian datang,” ujarnya.
“Awalnya saya lihat plastik di selokan, setelah saya cek ternyata bayi. Kemudian saya lapor ke warga kemudian bayi dibawa ke Puskesmas Slerok sampai akhirnya petugas kepolisian datang,” ujarnya.Temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tegal Timur yang langsung mendatangi lokasi. Jasad bayi mungil itu selanjutnya di bawa ke Puskesmas Tegal Timur sebelum dilimpahkan ke RSUD Kardinah Kota Tegal.Kepala Puskesmas Slerok drg Tri Suli Jamhari mengatakan, bayi itu diduga baru berusia enam bulan di dalam kandungan dan lahir dalam keadaan prematur.“Bayi masih menempel dengan ari-arinya dan bayi diduga dibuang sekitar enam jam sebelum ditemukan,” ungkapnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler