Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Klaten, Srihadi menjelaskan, imbauan itu tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Sekda Klaten Jaka Sawaldi Nomor 658.1/670/25 tanggal 24 Juli 2019 tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plastik.

“SE ini ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat, instansi vertikal, kepala sekolah, takmir masjid dan komunitas,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Dalam SE itu menurutnya, disebutkan agar panitia penyembelihan hewan kurban menggunakan pembungkus daging dari bahan ramah lingkungan, yang mudah diurai. Seperti daun pisang, daun jati, besek bambu atau pandan.

Menurutnya, penggunaan kantong plastik membahayakan lingkungan karena sulit diurai tanah dan mencemari lingkungan.

Masyarakat bisa mencari alternatif bahan yang ramah lingkungan. Dengan besek bambu misalnya selain ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan, juga menggerakan ekonomi masyarakat, khususnya perajin bambu di desa.
Masyarakat bisa mencari alternatif bahan yang ramah lingkungan. Dengan besek bambu misalnya selain ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan, juga menggerakan ekonomi masyarakat, khususnya perajin bambu di desa.Selain itu pihaknya mengimbau agar limbah penyembelihan dan kotoran hewan kurban agar tidak dibuang ke sungai.“Disadari atau tidak itu mengotori lingkungan. Kebiasaan-kebiasaan salah itu perlu diubah. Kotoran hewan kurban cukup ditimbun agar terurai oleh tanah, sehingga bisa menjadi pupuk,” jelasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler