Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mahasiswa saling dorong untuk menjebol pagar tersebut. Sebelum menjebol gerbang, sejumlah mahasiswa menaiki pagar besi sambil berorasi.

Mereka mendesak bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan menolak ditemui pimpinan DPRD Jateng. Penolakan dilakukan karena mahasiswa menganggap dewan tak bisa memberi solusi.

Keadaan yang memanas berangsur kondusif saat Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji bernegosiasi dengan mahasiswa. Kapolrestabes juga sempat naik ke mobil orasi.

”Teman-teman mahasiswa semua tenang. Bapak Gubernur akan menemui, jadi jangan anarkis,” kata Abiyoso menenangkan mahasiswa.

Tak berselang lama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun turun menemui para mahasiswa. Ganjar terlihat berdialog dengan perwakilan mahasiswa, kemudian ikut naik ke atas mobil orator.

Ganjar menyatakan akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat. Ia juga bersedia menandatangani tuntutan mahasiswa.

"Apapun tuntutan Anda, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, akan kami sampaikan," kata Ganjar.Baca: Ribuan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD JatengGanjar juga meminta agar aksi mahasiswa dilakukan dengan tertib. Sejak awal menurutnya, ia sudah ingin menemui mahasiswa dan mengajak anggota dewan untuk beraudiensi di dalam ruangan.Dalam unjuk rasa tersebut, para mahasiswa menuntut dilakukan peninjauan kembali atas UU KPK hasil revisi ke Mahkamah Konstitusi. Mereka juga mengajak untuk mendukung KPK, dan menolak rencana pengesahan RUU KUHP. (lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler