Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kebakaran itu sendiri terjadi Jumat (27/9/2019) malam. Kebakaran yang terjadi di gudang yang terletak di Kelurahan Jetis, Sukoharjo itu sangat besar. Bahkan hingga Sabtu (28/9/2019) asap masih mengepul dari lokasi.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya mengatakan, kebakaran sudah padam, dan Minggu kemarin dilakukan proses pendinginan. Sehingga Tim Labfor Polda Jateng dijadwalkan melakukan pemeriksaan pada Senin hari ini.

”Tim Labfor Polda Jateng akan melakukan olah TKP untuk mencari penyebab kebakaran,” ujarnya.

Lokasi sendiri, diakui Yoga pada hari kemarin suhunya masih panas dan lokasi tersebut terpapar residu cairan berbahaya.

"Kami mewaspadai adanya bahan-bahan berbahaya jika masuk ke dalam area itu, serta meminimalkan korban. Tim Labfor akan melakukan olah TKP saat kondisinya aman," katanya.

Meski olah TKP akan dilakukan Tim Labfor Polda, penyidik Polres Sukoharjo juga bekerja mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi di lokasi kebakaran.

Yoga menyebut, dari keterangan salah satu pekerja PT Sritex, kali pertama api muncul diujung gudang sebelah barat.“Dari keterangan saksi, yakni karyawan Sritex, tiba-tiba apu muncul dan langsung membesar karena banyak bahan yang mudah terbakar,” ujarnya.Terpisah, Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Margono mengatakan, proses pemadaman api sedikit sulit karena di dalam gudang berisi tumpukan kapas yang sangat mudah terbakar.Untuk memadamkan api, pihaknya mengerahkan belasan mobil pemadam dari Solo Raya. Margono megaku api baru bisa padam pada Sabtu (28/9/2019) malam dan setelah itu proses dilakukan yakni tahap pendinginan. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler