Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Trem pernah menjadi alat transportasi massal andalan di Kota Semarang pada periode 1882-1940.

Namun trem yang dikaji untuk diterapkan di Kota Semarang bukanlah kereta api yang menggunakan uap dan rel. Melainkan trem jenis baru yakni Autonomous Rail Transit (ART). Kereta ini merupakan pengembangan dari light rapid transit (LRT) dan telah dikembangkan di Tiongkok.

Dengan ART, tidak dibutuhkan lagi rel dari logam besi. Karena kereta akan melaju menggunakan ban di jalanan aspal. Sehingga lebih murah dan efisien.

Kereta ini akan berjalan mengikuti garis putus-putus yang dicat di jalan. Kereta ini mempunyai sensor khusus yang bisa mendeteksi marka.

Bahkan bakarnya pun tak lagi menggunakan uap, melainkan menggunakan listrik. Bedanya dengan kereta listrik, ART tak perlu kabel, karena kereta ini menggendong baterai hyper charging yang bisa diisi daya dengan cepat di setiap stasiun pemberhentian.

Konsep ART ini pernah juga diunggah dalam akun Instagram Wali Kota Semarang Hendrar Prihdi, beberapa waktu lalu.

https://www.instagram.com/p/BwIaEYmF3nH/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=dlfix

Sementara dalam keterangan kepada wartawan, Hendi panggilan akrab wali kota menyebut jika ART ini menjadi alternatif transportasi umum. Ia mengatakan, pihaknya akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mewujudkan rencana ini."Transportasi umum berbasis kereta api seperti ART atau Semarang Trem merupakan yang paling memungkinkan di Kota Semarang," katanya dilansir AntaraJateng, Sabtu (12/10/2019).Moda transportasi ini nantinya menurut dia, juga bakal bisa menunjang sektor pariwisata di Kota Semarang.Sejumlah rute angkutan kereta dalam kota ini sendiri, lanjut dia, juga sudah disiapkan untuk melintasi jalan protokol di Semarang, seperti Jalan Pemuda, Jalan MT Haryono, serta kawasan Simpang Lima.Selain itu, ia juga menyebut desain yang dipersiapkan juga memungkinkan alternatif rute Pedurungan yang berada di bagian timur Semarang menuju Bandara Ahmad Yani. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News