Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasutri berinisial AM (44) dan MH (44) itu ditangkap atas dugaan terkait jaringan terorisme. Mereka ditangkap sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan itu. Namun menurut dia, pihaknya hanya melakukan back-up.

Sementara dari keterangan Muh Khafidz, Ketua RW 4 Desa Nongkosawit menyebut, ia diberitahu ketua RT untuk datang ke lokasi. Saat datang, sudah banyak polisi yang ada di rumah kontrakan tersebut.

”Saya tidak terlalu kenal (pasangan yang ditangkap. Hanya beberapa kali saja bertemu,” katanya.

Berdasarkan informasi warga sekitar, pasangan suami istri yang ditangkap tersebut baru dua bulan tinggal di rumah tersebut. Di rumah kontrakan itu, pasutri itu juga tinggal dengan dua anaknya yang masih kecil.

”Sebenarnya mereka sudah dua tahun ada di daerah ini. Tapi tinggal di rumah ini baru dua bulanan,” terangnya.

Saat penangkapan dan penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah tersebut.
Saat penangkapan dan penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah tersebut.Dari pengetahuannya, AM bekerja sebagai pekerja bangunan dan pulang sepekan sekali. Sementara informasinya, MH adalah istri kedua AM.Ia menyebut, meski jarang pulang AM cukup bersosialisasi dengan warga sekitar. Bahkan ketika ada kegiatan poskampling AM juga beberapa kali ikut berpartisipasi.“Kalau istrinya memang lebih tertutup, jarang keluar rumah. Paling hanya seperlunya saat belanja atau antar antar anaknya sekolah,” terangnya.Hal yang sama juga dikatakan Fadoli, warga yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakan yang digerebek itu. Menurutnya, si istri jarang menyapa warga, tapi suami lebih ramah pada warga sekitar. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News