Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Situs yang terpendam di areal persawahan itu berupa susunan batu berbentuk yoni. Ada sejumlah pahatan berbentuk wajah manusia. Diduga situs ini merupakan bagian tempat ibadah zaman kerajaan Hindu.

Meski baru heboh saat ini namun situs itu sebenarnya sudah ditemukan warga sejak tahun 1980-an. Hanya saja saat itu, batu-batu tersebut dianggap batu biasa sehingga dikubur kembali.

Bhabinkamtibmas Desa Kebonbatur Bripka Mukhlisin mengatakan, situs itu awalnya ditemukan oleh warga bernama Muhtarom pada tahun 1980.

“Ditemukannya tahun 1980 di Dusun Kadilangon, yang berbatasan dengan Desa Kangkung. Namun baru viral saat ini,” katanya Sabtu (26/10/2019).

Ia menyebut, pihaknya bersama pihak desa dan Kasi Cagar Budata Disdikbud Demak Sakdiyah Yunaida, telah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap benda purbakala itu. Saat ini menurutnya, instansi terkait masih melakukan penyelidikan terkait umur benda tersebut.

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya pada Disdikbud Demak Sakdiyah Yunaida mengatakan, batu berbentuk candi ini diduga berasal dari zaman Hindu-Budha. Menurutnya, situs tersebut adalah bagian candi yang berbentuk yoni.“Kemungkinan yoni ini dipendam saat masuknya Islam di Demak. Di sejarah kita mengenalnya yoni atau media ritual ibadah orang Hindu,” ujarnya.Saat ini pihaknya masih melakukan penelitian mengenai situs ini. Kendati demikian, pihaknya belum berencana melakukan proses ekskavasi atau pengangkatan benda-benda prasejarah di situs tersebut karena keterbatasan dana. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News