Buruh di Sukoharjo Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Ali Muntoha
Rabu, 13 November 2019 11:41:13
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Rabu (13/11/2019) hari ini, ratusan buruh di Kabupaten Sukoharjo turun ke jalan, menyuarakan penolakan keinakan iuran BPJS tersebut. Mereka menggeruduk Kantor DPRD Sukoharjo, mendesak wakil rakyat agar meneruskan tuntutan mereka.
Para demonstran membawa poster bertuliskan "Tolak Kenaikan BPJS, Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan, Tolak Penghapusan Pesangon". Secara bergantian perwakilan massa melakukan orasi menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.
Sukarno, koordinator aksi menyebut jika kenaikan premi BPJS Kesehatan membabi buta. Ia menyebut, kenaikan yang mencapai 100 persen itu menyengsarakan rakyat.
"Kenaikan ini akan mengakibatkan daya beli semakin menurun sehingga menuju kesengsaraan semua pihak yang terdampak," katanya.
Apalagi menurut dia, kenaikan iuran ini tak ada jaminan terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik. Menurutnya, kenaikan premi ini justru akan memicu banyak anggota BPJS Kesehatan menunggak, karena tidak mampu membayar.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



