Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jokowi datang dengan didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen. Sejumlah menteri juga ikut menyertai kunjungan Jokowi.

Yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mennteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Jokowi pun berkeliling di dalam Pasar Johar yang didirikan pada 1930 dan diarsiteki oleh Thomas Herman Karsten asal Belanda itu. Setelah terbakar, beberapa pilar berbentuk jamur yang masih kuat tetap dipertahankan karena termasuk bangunan cagar budaya.

Jokowi mengamati kios yang terbuat dari kayu. Lantai pasar pun sudah dipasang keramik dan dilengkapi genset, alat pemadam kebakaran (APAR) serta di seluruh sudut nampak terpasang CCTV. Proyek rehabilitasi Pasar Johar sendiri dikerjakan oleh PT Nindya Karya dan menelan anggaran senilai Rp 146,09 miliar.

Jokowi juga berpesan kepada para pedagang untuk menjaga pasar tetap bersih dan nyaman.

"Sekarang 'kan Pasar Djohar sudah jadi, pedagang masuk, ya, dijaga, kebersihan, kerapihan. Jangan becek, jangan bau, yang paling penting itu," kata Presiden.
"Sekarang 'kan Pasar Djohar sudah jadi, pedagang masuk, ya, dijaga, kebersihan, kerapihan. Jangan becek, jangan bau, yang paling penting itu," kata Presiden.Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar dan Jasa Mudasir berharap pemindahan para pedagang yang saat ini masih menempati lahan relokasi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tidak dilakukan bertahap."Kalau tahapannya lama, perekonomian di Kota Semarang khususnya pedagang bisa terganggu. Pembeli bisa pindah ke pasar luar Semarang. Kita juga berharap, jangan ada pedagang baru, maupun pedagang di pinggiran. Karena akan terganggu kebersihan dan kenyamanan pengunjung," kata Mudasir.Mudasir menambahkan, pedagang resmi Pasar Johar ada sekitar 5.000-an orang. Sedangkan Yaik, ada sekitar 500-an pedagang. Keberadaan alun-alun yang ada, selain mendukung pasar, ia berharap kepada Pemerintah Kota Semarang terjaga kebersihan dan keamanannya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler