Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Solo – Ketua DPR RI Puan Maharani menginginkan agar Kampung Batik di Pasar Laweyan, Kota Solo menjadi kebanggaan Indonesia. Kampung Batik disebutnya harus dikembangkan, karena mempunyai nilai sejarah tinggi.

Puan Maharani pun sempat mengunjungi Kampung Batik ini dalam lawatannya ke Jateng, Kamis (20/1/2022). Didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, puan berdialog dengan para perajin batik tulis.

Di tempat ini para perajin sudah menekuni profesi itu. Bahkan sudah turun temurun.

Puan menginginkan Kampung Batik terus dikembangkan karena UMKM memiliki peran besar dalam kebangkitan ekonomi.

Baca: Puan Maharani Bicara Jeruk Makan Jeruk, Sindir Siapa?

Terlebih, mereka juga sudah memiliki pengalaman mumpuni melewati krisis sejak tahun 1998, baik krisis ekonomi, keuangan, atau yang terakhir karena wabah penyakit.
Terlebih, mereka juga sudah memiliki pengalaman mumpuni melewati krisis sejak tahun 1998, baik krisis ekonomi, keuangan, atau yang terakhir karena wabah penyakit.“Karena itu, kita berharap Kampung Batik Laweyan ini dapat terus dikembangkan. Tidak hanya jadi kebanggaan masyarakat di Kota Solo, tapi juga Jawa Tengah, Indonesia, dan mancanegara. Bahwa, masyarakat Solo mampu merawat kampung batik yang memiliki nilai sejarah tinggi ini,” ujarnya.Puan juga meyakini ibu-ibu yang masih aktif menjadi perajin batik ini, dapat menjadi penopang ekonomi ketahanan keluarga di tengah maraknya PHK saat ini. Sekaligus, tambah Puan, hal ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang setara dalam perekonomian.“Kaum perempuan berjasa besar dalam menjaga ketahanan keluarga di Indonesia. Menjadi perajin batik tidak hanya meneruskan tradisi atau menyalurkan hobi, tapi juga menjaga marwah keluarga sendiri,” jelas cucu proklamator RI tersebut. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler