Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Sulaimansyah mengatakan, ada sejumlah dasar kenapa pihaknya optimistis ekonomi akan tumbuh di triwulan ketiga.

Satu di antaranya, adalah naiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2020 lalu yang naik sebesar 86,90 persen. Jumlah ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya berkisar 86,19 persen.

”Selain itu, ekspektasi konsumen pada perkiraan kondisi ekonomi pada enam bulan ke depan juga dikatakannya cukup optimistis,” ucap dia dalam jumpa pers di Kantor Wilayah DJPb Jateng, Senin (15/10/2020).

Kemudian, satu yang membuat pihaknya yakin adalah kredit konsumsi yang mengalami perlambatan pertumbuhan. Yakni 2,36 persen pada bulan Juni dan menjadi 1,5 persen pada bulan Juli.

”Dari pemerintahan sendiri punya dua sasaran utama. Yakni menumbuhkan belanja pemerintah dan menumbuhkan konsumsi masyarakat di triwulan ketiga. Belanja pemerintah tumbuh sebesar 54,89 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu,” ungkapnya.
”Dari pemerintahan sendiri punya dua sasaran utama. Yakni menumbuhkan belanja pemerintah dan menumbuhkan konsumsi masyarakat di triwulan ketiga. Belanja pemerintah tumbuh sebesar 54,89 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu,” ungkapnya.Sementara untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, berbagai jenis bantuan sosial pun terus digelontorkan sejak triwulan pertama. Dengan alokasinya sebesar Rp 21,3 triliun. Untuk sembilan jenis bantuan sosial.“Mulai dari PKH hingga prakerja, kemudian ada juga bantuan pemerintah usaha mikro, itu biar seimbang, UMKM nya jalan, yang beli juga jalan,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler