Ubah Sampah Jadi Berkah, Ini yang Dilakukan Mahasiswa KKN Undip di Desa Kedungwaru Kidul
Dian Utoro Aji
Selasa, 4 Februari 2020 19:40:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sampah hanya dikumpulkan dan dibakar begitu saja oleh masyarakat, lain halnya dengan mahasiswa KKN Undip yang mengubah sampah menjadi pupuk. Dengan sampah yang menumpuk, mahasiswa KKN Undip berinisiatif untuk mengelolanya melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga dan kotoran ayam.
Dalam pelatihan ini dihadiri oleh seluruh kelompok tani Desa Kedungwaru Kidul. Seluruh peserta pelatihan antusias untuk mempraktekkannya, karena untuk membuat pupuk kompos tidak membutuhkan biaya yang mahal dibandingkan dengan pembuatan pupuk kimia, serta bahan-bahan pembuatan pupuk kompos lebih mudah didapatkan di sekitar kita seperti limbah organik rumah tangga.
Pupuk kompos sendiri memiliki banyak keuntungan, di antaranya lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia dan mampu memperbaiki tekstur tanah yang sudah rusak. Dengan adanya pelatihan pembuatan pupuk kompos ini juga ikut serta dalam usaha menangani permasalahan sampah yang menumpuk didesa.
“Saya merasa terbantu dengan adanya program pelatihan ini, saya bisa tau caranya bikin pupuk kompos, jadi bisa lebih hemat tidak perlu beli,” terang Imtahadi salah satu anggota kelompok tani Desa Kedungwaru Kidul.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



