Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan, pihaknya akan menerima penghargaan yang diserahkan Gubernur Jateng di Semarang, Selasa (15/8/2017).

Sekadar info, Pasar Gading meraih peringkat pertama pasar tradisional dengan pengelolaan terbaik se-Jawa Tengah. Karena melibatkan pedagang pasar dengan mengusung motto Rerajut Ati tersebut. “Oembeli berbelanja di pasar itu merasa familiar,” kata Subagyo.

Sejauh ini terdapat kesinambungan antara pedagang, pengelola dan pembeli dalam beraktivitas di pasar. Keikutsertaan Pasar Gading, sebelumnya mendapatkan surat dari Pemkot Solo yang datang dari Pemprov Jateng.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo mengatakan pihaknya memang mempunyai komitmen memajukan pasar tradisional. “Tujuannya biar pasar tradisional bisa bersaing dengan pasar modern,” kata Hadi.

Komitmen itu ditunjukkan dengan merevitalisasi pasar tradisional. Selain itu, kata dia, pihaknya ingin menghilangkan kesan kumuh pasar tradisional yang selama ini masih tersemat.Pasar Gading yang berada di jalan Veteran kota Solo. Pasar itu telah lama menjadi bagian dari tradisi dan kehidupan warga Kota Solo. Bahkan, pasar ini tetap eksis sampai sekarang dikarenakan para pedagang di pasar ini tidak semat-mata mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga mengharapkan berkah dari Kyai Slamet, seekor kerbau bule keramat milik Raja.Itu tak lepas dari letak Pasar Gading di lingkungan Keraton Surakarta. Sementara Kebo Bule Kyai Slamet adalah milik raja. Ada keyakinan dari para pedagang jika dagangannya dimakan Kyai Slamet alamat akan mendapat rejeki. Itulah sebabnya para pedagang di pasar ini terus bertahan dan berjualan di pasar Gading.Faktor sejarah ini pula yang kemudian menginspirasi Pemerintah kota Solo untuk tetap memperhatikan nilai-nilai sejarah dan budaya dalam setiap pembangunan fasilitas publiknya, termasuk dalam mendesain bangunan pasar-pasar tradisionalnya yang akan direnovasi. Pemkot Surakarta sendiri mulai membangun Pasar Gadin pada tahun 2008.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler