Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, pihaknya akan segera menindak lanjuti laporan dari masyarakat. Polisi melakukan pengamanan dan mendatangkan tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah untuk melakukan disposal.

“Mortir yang ditemukan diduga peninggalan penjajah dalam kondisi berkarat, terjepit batu dan terendam air sungai, setelah dilakukan identifikasi oleh Jibom ternyata mortir masih aktif kemudian dievakuasi dan diledakkan,” terangnya.

Sementara itu Budi tidak mengira pada saat mencari batu akan menemukan mortir. Saat itu, dia bersama rekannya Waliyadi (45). Keduanya setiap harinya bekerja mencari batu di daerah tersebut. “Saya kira batu, setelah dipegang dan tahu itu mortir saya langsung melapor ke Polres Temanggung,” ujar Budi.Dalam kesempatan yang sama Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada serta segera melaporkan ke polisi apabila menemukan benda-benda yang mencurigakan dan perlu penanganan khusus, dikarenakan di sungai Progo dimungkinkan masih banyak terdapat mortir sisa perang.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler