Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Adalah Painah. Perempuan berusia sekitar paruh baya tak kuasa menahan tangisnya saat melihat suaminya Mitro Ngadimin (67) sudah dalam kondisi tewas tergantung. Teriakan paraunya membuat warga yang masih terlelap, sontak terjaga.

Warga pun geger. Mereka langsung terbangun menuju sumber suara. Warga berduyun-duyun menuju kediaman Painah. Tidak sedikit dari mereka yang mencoba menghibur Painah. Ada juga yang menghubungi Polsek Mondokan.

Pasangan yang telah menemaninya selama ini, telah pergi selama-lamanya. Painah masih tak percaya dengan kejadian. Terakhir dia bicara dengan suami saat Minggu (17/9/2017) pukul 21.00 WIB. Saat itu, tak ada yang berbeda dengan sosok Mitro.

Pada Senin dini hari, dirinya hendak ke dapur. Pandangannya terhenti pada tubuh yang dikenalinya. Dia melihat suaminya telah tewas menggantung di blandar ruang dapur. Suaminya menggantung menggunakan seutas tali berwarna oranye.

“ Posisinya korban saat menggantung menghadap ke arah selatan, dan berada disamping sumur saat kami evakuasi, “ kata Kapolsek Mondokan AKP Kabar Bandianto.Dalam evakuasinya bersama tim inafis Polres Sragen, dan tim medis Puskesmas Kecamatan Mondokan, petugas tidak mendapati adanya tanda kekerasan. “ Ada luka jeratan di atas jakun sebesar 1 cm, dan terdapat pula tanda-tanda lain akibat bunuh diri dengan cara menggantung, “ terangnya.Sementara dari keterangan pihak keluarganya, selama ini korban memang sering mengeluh sakit jimpe (nyeri ) pada kedua kakinya, dan hingga saat jelang peristiwa bunuh diri, korban mengeluh penyakitnya tengah kambuh.Saat ini jenazah korban telah diserahkan kembali kepada keluarganya untuk dimakamkan.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler