Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana memperkirakan jika bayi diperkirakan sudah meninggal tiga jam sebelum ditemukan."Panjang bayi 42 cm dan lingkar kepala 27 cm, diduga bayi ini lahir prematur," kata Oo Suprana.

Bayi kali pertama ditemukan oleh Karno (49), seorang pekerja pembangunan RSUD Brebes. Kepada wartawan, Karno menuturkan jika bayi ditemukannya dengan tali pusar dan plasenta di tubuh bayi. Dengan tubuh miring.

"Waktu lagi jalan mau ambil kayu buat biki profil, saya lihat ada bayi di situ. Terus saya ngomong ke teman, katanya dia tidak tega melihatnya. Habis itu saya laporan sama petugas sini," ujar kata Karno.
Sejumlah warga melaporkan penemuan bayi ke polisi. Penelusuran polisi, bercak darah ditemukan di kompleks RSUD dan di halaman samping SD Negeri 1 Brebes. SD itu berada di samping ruang IGD.Polisi masih melakukan penelusuran kasus tersbut. Polisi menemukan ada luka memar di bagian kepala bayi. Diduga akibat pukulan benda tumpul. Diperkirakan bayi yang meninggal tersebut dilahirkan secara prematur dengan usia kandungan 36 minggu.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler