Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Musthofa menyemangati mahasiswa agar tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja. Tetapi harus berani keluar dari zona nyaman untuk meraih sukses. Modalnya kreativitas dan mampu membangun jaringan.

"Siapapun yang ingin sukses, kuncinya harus melakukan sesuatu yang beda. Dan bangunlah relasi," kata Musthofa yang mengolaborasikan ekonomi kreatif yang tetap berbudaya.

Sebagai seorang pemimpin memang sudah seharusnya memberi motivasi. Baik kepada warganya termasuk para mahasiswa agar maju dengan penuh semangat. Sehingga bisa menjadi orang hebat.

Rifqi Akhmad, mahasiswa semester III Fakultas Teknik Pertanian senang dengan mendapatkan motivasi dari Bupati Kudus. "Kami sebagai mahasiswa mendapat suntikan motivasi dari Pak Musthofa, harus berpikir liar dan jangan normatif," kata Rifqi.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Dewi Purwaningsih dari FTIK. Menurutnya motivasi dari Musthofa sangat penting bagi generasi milenial. Bahwa mahasiswa harus bisa membawa pengaruh besar yang positif.Selain Bupati Kudus Musthofa, seminar tentang budaya dikaitkan dengan ekonomi kreatif ini menghadirkan Miss Indonesia Dinda Ayu Saraswati dan Youtuber Bayu Skak. Mereka membuka lebar-lebar tentang ekonomi kreatif yang berbudaya.Sedangkan Dinda berkreasi pada kegiatan sosial maupun bisnis. Di antaranya adalah kreativitasnya dalam memberikan edukasi bagi warga yang kurang beruntung. Termasuk pengenalan pada warisan budaya. "Saya juga berbisnis menjual topi yang saya branding," kata Dinda.Sedangkan Bayu menceritakan pengalamannya bisa sukses di Youtube. Kiatnya, harus memiliki kreativitas dalam mengolah bahan yang disajikan. Menurutnya, banyak potensi lokal yang belum tergarap dengan bagus. "Seperti sekolah animasi di Kudus ini potensi yang luar biasa. Ini harus ada link untuk pasarnya," kata Bayu.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler