Protes Ojek Online Pecah di Pekalongan, Penumpang Terlantar
Murianews
Senin, 2 Oktober 2017 17:55:17
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Aksi diikuti oleh sejumlah pengemudi transportasi publik seperti penarik becak, ojek pangkalan, sopir angkot, dan sopir taksi.
Dalam aksinya, para pelaku transportasi itu menuntut Pemkot Pekalongan melarang transportasi ojek online beroperasi di Kota Pekalongan. “Jangan operasi di Pekalongan,” seru salah seorang pelaku aksi.
Mereka juga mengeluhkan nasibnya. Sebab selama ini mereka sudah susah dengan menjalani usaha. Kehadiran ojek online dianggap menambah masalah mereka.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



