Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Banu meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit. Bentrokan suporter terjadi pada Rabu (11/7/2017) seusai laga kedua tim tersebut. Jenazah tiba di rumah duka pada Jumat siang. Usai prosesi persiapan pemakaman selesai, korban dikebumikan di pemakaman umum desa setempat.

Pemakaman dihadiri warga, kerabat, suporter klub sepak bola Pekalongan, dan juga ayahnya Wastam. Bahkan Wastam tak mampu menyembunyikan kesedihan atas kepergian anaknya. "Saya tidak menyangka dengan kejadian yang menimpa anak saya," kata Wastam.

Korban selama ini tinggal di Tangerang. Sedangkan ayahnya tinggal di Pekalongan. Kericuhan pada laga antara Persita versus PSMS Medan di Stadion Mini Cibinong Bogor. Berawal ketika kedua kubu suporter terlihat saling serang setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Para suporter Persita Tangerang merangsek masuk ke area lapangan hijau untuk melancarkan protes terhadap manajemen klub. Situasi memanas ketika terjadi lemparan batu dari arah bangku penonton. Aksi saling lempar batu antara kedua suporter Persita dan PSMS pun tidak bisa terhindarkan.Pada akhir laga, Persita Tangerang yang berperan sebagai tuan rumah menyerah 0-1 kepada PSMS Medan.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler