Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dilansir dari Antarajateng.com, Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo melalui Kasat Reskrim Kompol Agus Purwadi, di Solo, Jumat, mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan seorang pelaku bernisial B (38) yang mengaku anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) gadungan melakukan penipuan terhadap pengusaha rumah makan di Solo, dan sekitarnya, pada Sabtu (14/10).

Empat pengusaha rumah makan yang menjadi korban penipuan tersebut satu di wilayah Solo Rumah Makan Ayam Goreng Pak Cipto Mojosongo, Jebres, sedangkan lainnya di Sragen, dan Sukoharjo, dan Karanganyar.

Menurut Agus Puryadi pelaku B melakukan penipuan dengan mendatangi tempat pengusaha rumah makan memanfaatkan moment dengan alasan rencana pernikahan Putri Presiden, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution, pada 8 November mendatang.

Pelaku mendatangi korbannya berlagak sebagai anggota Paspampres dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol). Pelaku bergaya mencoba menu yang dijual rumah makan dan menyatakan cocok untuk menu hidangan pesta pernikahan Kahiyang-Bobby.

Pelaku kemudian meminta sejumlah pengusaha rumah makan tersebut datang ke Hotel Novotel Solo, dengan membawa sampel menu makanan untuk diuji di laboratorium. Ada sembilan orang dari pengusaha rumah makan itu, datang ke Hotel Novotel, dan pelaku meminta semua telepon genggam dengan alasan dipasangi "Global Positioning System" (GPS).

Namun, pelaku yang membawa sembilan unit telepon genggam milik korbannya langsung melarikan diri. Dan, para korban baru sadar jika ada penipuan setelah pelaku tidak pernah kembali lagi ke hotel.
"Kami kemudian melakukan penyelidikan setelah para korban melaporkan kejadian ini, ke polisi. Kami melakukan dengan memeriksa dari rekaman closed circuit television (CCTV) yang dipasang di hotel itu," katanya.Menurut dia, dari hasil pengembangan pelaku ternyata sebelumnya juga pernah melakukan penipuan dengan modus sama terhadap pemilik Rumah Makan Adem Ayem Solo, dan Bebek Goreng Pak Slamet Kartasura, Sukoharjo, tetapi korban diminta datang sebuah hotel di Boyolali pada Juli 2017.Polisi sudah mengantungi identitas pelaku melalui CCTV, dan kini sedang melakukan pengejaran.  Ia mengatakan dari hasil keterangan korban, pelaku dengan cara akan memesan makanan kepada korbanya dengan harga Rp20.000 per porsi dengan jumlah sebanyak 8.000 porsi per hari.Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan waspada dengan berbagai tindak penipuan untuk mengelabuhi korbannya dengan cara yang sama.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler