Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Diketahui, bayi tersebut mengalami kehilangan sekat hidung usai dirawat di RSUD Kajen Pekalongan. Mereka menggelar aksi berupa penggalangan Koin Peduli Erkan di halaman kantor bupati, kantor dinas kesehatan, dan kantor DPRD Kabupaten Pekalongan. 

Nantinya, uang hasil dari aksi peduli hari pertama ini rencananya akan dikumpulkan terlebih dahulu. Hingga nanti pada puncak aksi Jumat (27/10) mendatang, akan diberikan langsung ke pihak keluarga guna pengobatan kelanjutan bayi Adiyatma. 

Baca : Bayi Dugaan Malpraktik RSUD Kajen Pekalongan, Adiyatma, Terabaikan

Mereka membawa tulisan di spanduk 'Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017 Resolusi Jihad, Peduli Nasib Adiyatma Erkan Altaya, Bayi santri Kedungwuni yang mengalami cacat hidung diduga akibat kelalaian oknum dokter RSUD Kajen'.
"Keluarga dari bayi itu adalah keluarga santri. Jadi anak santri. Kami pun melakukan ini sebagai bentuk kepedulian," kata salah seorang peserta aksi, Faturokhman (18) dilansir detik.com.Kuasa hukum keluarga bayi Adiyatma, M Yusuf, apa yang dilakukan santri merupakan bentuk kepedulian. Keluarga masih kecewa dengan surat yang ditandatangani Direktur RSUD Kajen, yakni dr Dwi Ari Gunawan. Surat berisi bahwa persoalan bayi Adiyatma telah selesai. "Karena dianggap selesai sepihak oleh RSUD Kajen inilah, dukungan dari berbagai warga dan kalangan ke pihak keluarga pasien berdatangan,"kata Yusuf.Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengaku siap menyelesaikan masalah. "Ini akan saya selesaikan, kebetulan dokter siapa, ya Dwi Arinya (direktur RSUD Kajen), lagi ada izin ikuti workshop. Kalau sudah selesai workshop, akan saya panggil dan duduk bersama semua pihak," ujar Asip kepada wartawan di kantornya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler