Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Direktur RSUD Batang, Junaedi Wibawa mengatakan tiga bayi kembar tersebut merupakan buah hati pasangan suami-istri, Supardi (26) dengan Sri Devi (23), warga Desa Bakalan, Kecamatan Kandeman.

Tiga bayi tersebut, kata dia, berjenis kelamin laki-laki dengan masing-masing memiliki berat badan 800 gram dan panjang 35 sentimeter, 1.500 gram dengan panjang 37 sentimeter, dan 1.300 gram dengan panjang tubuh 35 sentimeter. 

"Saat ini, tiga bayi itu masih mendapat perawatan intensif oleh RSUD karena kondisinya masih belum stabil. Tiga bayi itu kini masih dimasukan dalam inkubator dengan dibantu alat pernafasan," katanya dilansir dari Antarajateng.com.

Ia yang didampingi dokter anak, Evi Susanti mengatakan tiga bayi kembar itu diperkirakan harus menjalani perawatan inap selama 1 bulan hingga 1,5 bulan karena saat ini kondisi kesehatan paru-paru bayi belum normal. 

"Yang jelas, kami masih harus merawat tiga bayi kembar itu hingga kondisi kesehatan terutama paru-paru berfungsi dengan baik. Kami memprsilakan orang tua bayi sudah bisa pulang ke rumahnya. Akan tetapi, 3 bayi itu harus masih mendapatkan perawatan sehingga belum boleh dibawa pulang," katanya. 
Pemerintah Kabupaten Batang, mengapresiasi RSUD Batang karena berhasil menangani persalinan tiga bayi kembar dengan kondisi prematur secara normal..Wakil Bupati Batang, Suyono saat menjenguk 3 bayi kembar di RSUD Batang, Senin (20/11/2017), mengatakan bahwa saat ini pemkab sedang menyosialisasikan program menekan angka kematian bayi dan ibu hamil pada warga agar selalu memeriksakan kandungannya ke rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas)."Angka kematian bayi dan ibu hamil masih relatif cukup tinggi sehingga kami mengapresiasi terhadap RSUD Batang yang telah mampu menangani persalinan 3 bayi kembar secara normal," katanya Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler