Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Data terakhir malam ini, kami berhasil mengevakuasi lima jenazah di tiga lokasi yang berbeda. Dua jenazah di Ngelo, Kecamatan Tirtomoyo, satu jenazah di Nglencung, Kecamatan Tirtomoyo, dan dua jenazah di Batu Sari, Kecamatan Manyaran," ungkap Ketua Divisi Operasi Tim SAR Wonogiri, Ashari Mursito Wisnu, yang dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/11/2017) malam dikutip dari Kompas.com.

Menurut hasil identifikasi tim, kata Wisnu, dua korban tanah longsor di Ngelo bernama Suyanti (65) dan Sriwanti (45). Sementara korban tanah longsor di Nglencung bernama Wagiyah (95).

Untuk dua jenazah yang dievakuasi karena hanyut terseret arus banjir di Desa Batu Sari, Kecamatan Manyaran, bernama Painem (50) dan Aditya (18).

Saat ini kelima jenazah yang berhasil dievakuasi sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Wisnu menambahkan, saat ini tim SAR Wonogiri berjaga di beberapa titik lantaran hujan masih terus mengguyur kota gaplek tersebut. "Saat ini kami standby di Tirtomoyo, Pracimantoro, Giriwoyo, Baturetno, dan posko induk," jelas Wisnu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, selain ada warga yang meninggal dunia, juga ribuan warga mengungsi sejak kemarin. Posko pengungsian berada di masing-masing desa terdampak, kantor kecamatan dan kantor BPBD.
"Pengungsi mulai berkurang, karena banjir mulai surut. Tapi kalau yang rumahnya roboh masih harus mengungsi. Ada juga banjir luweng, masih ada yang mengungsi," ujarnya.Menurutnya, bantuan logistik, telah didistribusikan. Termasuk juga di setiap posko juga telah didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga.Selain itu pula, salah satu rumah milik Lamto, warga Dusun Joho, Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito, juga amblas bagian bawahnya. Tepatnya di bagian bawah dapur selebar 3 meter.Kejadian bermula saat banjir dengan ketinggian 2 meter menggenangi wilayah tersebut pada Selasa (28/11/2017). Akibat banjir, 5 keluarga langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman.Adapun rumah yang menjadi korban banjir adalah milik Pardi, Tarno, Soiman, Lamto, dan Tukino. Semuanya berada di Dusun Joho.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler