Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebelum ditemukan tewas, korban mengeluh masuk angin setelah menenggak minuman keras jenis ciu. Setelah itu korban minta dikeroki oleh Muryadi (32) warga sekitar. Namun tak berselang lama, korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Mulyadi mengatakan, sekitar pukul 08.30 WIB, korban minta tolong untuk mengobati masuk angginnya dengan dikeroki.

“Saya sempat ngeroki dia mas dan saya juga mencium bau minuman keras seperti ciu. Setelah saya keroki saya tinggal, tidak lama kemudian saya dipanggil pemilik warung makan yang mengatakan Pak Mul sepertinya meninggal. Setelah saya cek ternyata benar, Pak Mul sudah meninggal,” katanya.
Mengetahui kejadian itu, ia pun kaget dan meminta warga lain untuk melaporkan kasus ini ke polisi. Petugas Polsek Semarang Utara yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi, untuk melakukan pengecekan.Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui jika korban tewas karena penyakitnya kambuh, usai meminum minuman keras. Jenazah korban lalu dibawa ke kamar mayat RSUP dr Kariadi untuk dilakukan autopsi.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler