Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Setelah 5 tahun terbengkalai, bungker yang lokasinya berada di kompleks Balai Kota Surakarta itu, kini telah dibuka untuk umum.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Surakarta juga mempersilahkan bagi warga yang berkeinginan untuk melakukan foto prewedding di tempat ini. Yang pasti, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo memastikan, siapapun yang foto prewedding di bungker ini tak akan ditarik biaya sepeserpun alias gratis.

“Ini untuk pre-wedding juga bagus. Silahkan, gratis. Kalau dipakai yang lain juga bisa, misal untuk pencatatan nikah,” katanya.

[caption id="attachment_134991" align="aligncenter" width="715"] Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menunjukkan lokasi bungker. (Humas Pemkot Surakarta)[/caption]

Kompleks bungker ini sudah tertata cukup apik, setelah direstorasi oleh Badan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo. Restorasi dimulai tahun 2017 lalu dan memakan biaya sebesar Rp 747,8 juta.

Bunker yang awalnya mempunyai  fungsi sebagai tempat penyimpanan benda dan pertahanan pada masa kolonial dulu, kini telah beralih fungsi menjadi tempat yang instagram-able dan cocok untuk ber-swa foto ataupun selfie.Selain itu bangunan lawas buatan Belanda itu dapat digunakan untuk tempat rekreasi, edukasi, bahkan untuk foto prewedding.Rudy, sapaan akrab Wali Kota Surakarta juga berencana untuk menambahkan aksesoris dan ornamen lain agar lebih menarik seperti patung tentara Belanda dan Jepang.Namun, ia juga mewanti-wanti agar pemanfaatan bunker dilakukan dengan bijak. Karena bangunan tersebut masuk sebagai Benda Cagar Budaya (BCB).“Kalau nanti ada temuan coretan di bunker, satpamnya kita copot langsung. Wong nang Balai Kota kok isa kecolongan dicoret-coret,” pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler