Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dilansir dari Antara Jateng, salah satu wilayah di Kota Semarang yang tergenang rob yakni di wilayah Ujungsari, Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang. Rob di sekitar ujung Pos I Pelabuhan Tanjung Emas Semarang itu, sampai ketinggian hingga 30 sentimeter.

Dari keterangan warga Siswo (65), rob mulai muncul sekitar pukul 19.00 WIB. Pemilik warung ayam dan bebek goreng itu pun harus menghentikan aktivitas berdagangnya, karena rob semakin meninggi.

"Saya buka dagangan tadi pukul lima sore (17.00 WIB). Sampai Maghrib tadi belum rob, tiba-tiba habis Isya rob langsung naik tinggi. Katanya karena gerhana bulan," katanya.

Ia mengaku sudah terbiasa mengehadapi rob saat berdagang. Karena hampir setiap bulan, khususnya saat "tanggal muda" rob selalu datang.

Seiring dengan fenomena "Supermoon", BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tingginya pasang air laut maksimum mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari.

Genangan rob juga terlihat di sekitar Kampung Tenggang, terutama yang bersebelahan persis dengan Sungai Tenggang dan akses masuk menuju Tambaklorok Semarang.

Baca : Awas! Saat Gerhana Bulan Merah Darah Akan Terjadi Hujan Lebat dan Banjir Rob di Pantura
Tokoh masyarakat Tambaklorok Semarang M. Rozikin mengatakan selama ini masyarakat sudah terbiasa menghadapi rob, bedanya kali ini dipengaruhi fenomena "Supermoon"."Fenomena ini kan menyebabkan air laut naik. Saya sudah imbau nelayan untuk tidak memaksakan untuk melaut. Kalaupun terpaksa harus melaut, lengkapi alat keselamatan," katanya.Sebab, ia tidak bisa melarang begitu saja nelayan untuk melaut karena mereka harus menghidupi keluarganya sehingga saat musim paceklik semestinya Pemerintah Kota Semarang memperhatikan nelayan."Temen-temen nelayan kan punya keluarga, mereka harus memastikan dapur tetap `ngebul`. Ya, kalau pas tidak bisa melaut, Pemkot Semarang harus membantu, misalnya sembako," katanya.Mengenai rob, pembina kelompok-kelompok usaha bersama (KUB) nelayan itu mengatakan pemerintah sedang mengupayakan penanggulangan rob dan banjir dengan pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok."Ya, kami berharap masyarakat mendukung pembangunan kampung bahari ini. Sebab, nanti hasilnya masyarakat yang akan merasakan, salah satunya terbebas dari rob," kata Rozikin.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler