Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tarmuji (35) yang sehari-hari bekerja serabutan dengan sadis membunuh istrinya Koniti (35) dengan cara menghantam kepalanya menggunakan batu cobek. Tak hanya itu, bayi mereka yang masih berumur satu tahun juga ikut dibunuh.

Bayi laki-laki bernama Dimas itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Lehernya nyaris putus diduga digorok bapaknya. Bayi malang itu ditemukan dengan bersimbah darah di tempat sampah belakang rumah. Tubuh bayi itu ditutup dengan gedebog (pohon pisang).

Tubuh bayi Dimas ditemukan saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Koniti. Awalnya, polisi tak menduga jika korban pembunuhan dua orang. Namun saat memeriksa lokasi kejadian diketahui jika bayi korban juga ikut jadi korban.

Kapolsek Bulakamba, AKP Harti, menyebut korban Dimas ditemukan saat tim olah TKP sedang memeriksa bagian dapur rumah. Karena kondisi ruangan cukup gelap, polisi berinisiatif membuka pintu belakang agar ada cahaya masuk.

"Saat melihat keluar, ada mayat anak kecil bersimbah darah yang ditutupi pohon pisang," katanya pada wartawan.

Diduga mayat bayi ini sengaja ditutup batang pohon pisang agar tidak diketahui orang. Bayi ini ditemukan berselang tiga jam setelah penemuan jasad Koniti.

Saat pemeriksaan lokasi kejadian, polisi juga menemukan pecahan cobek dan pisau dapur. Sementara di dalam kamar, petugas menemukan lagi bagian cobek lainnya.

"Dengan melihat kondisi korban yang mengalami luka memar di bagian kepala sampai menghitam, kemungkinan Koniti dipukul pakai cobek itu sampai meninggal," terangnya.Baca : SADIS! Suami di Brebes Bunuh Istri dengan Cobek, Bayinya Juga DigorokDilansir dari detik.com, tetangga korban mengaku tidak menduga Tarmuji bakal setega itu. Sukanto, salah satu tetangga, mengaku sekitar pukul 06.00 WIB melihat Tarmuji ke luar rumah. Bahkan dia sempat terlibat pembicaraan ringan.Sukanto juga mengatakan semasa hidupnya, Koniti pernah menikah dua kali. Pertama menikah dengan Wiryo dikaruniai seorang anak bernama Parto dan Dwi Anjeli. Setelah bercerai dia menikah dengan Tarmuji dan dikaruniai satu anak bernama Dimas.Dwi Anjeli lah yang kali pertama memergoki kasus pembunuhan itu. Saat hendak berangkat sekolah setelah menginap di rumah neneknya, Anjeli masuk ke kamar ibunya dan melihat ibunya sudah tidak bernyawa. Dia kemudian meminta tolong pada warga.Sekitar pukul 05.30 WIB, Dwi Anjeli pulang dan mendapati ibunya telentang di tempat tidur dengan wajah tertutup bantal.“Saya kira ibu masih tidur tertutup bantal, setelah saya buka ternyata ibu meninghal," kata Anjeli,” yang tak bisa menghentikan tangisnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler