Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Prototipe becak yang mempunyai nama panjang “Becak Listrik untuk Masyarakat Solo” itu telah diujicoba oleh PLN. Ada dua prototipe yang telah diujicoba.

Manager PLN Area Surakarta, Mundhakir mengatakan, dari hasil uji coba tersebut, becak listrik yang juga bisa menggunakan daya baterai untuk operasinya bisa bertahan 4 jam sekali charge (isi ulang). Tenaga listrik siap menggantikan tenaga mekanik atau manusia seperti becak yang ada selama ini.

“Elektrifikasi becak ini sebenarnya program umum dari PLN. Karena selain becak, kami juga buat alat pemipil jagung yang juga pakai listrik. Kalau becak itu arahnya sebenarnya bisa untuk pariwisata, ya tergantung nanti pengembangannya seperti apa,” katanya dilansir Solopos.com.

Saat ini menurut Mundhakir, PLN baru berkomunikasi dengan Techno Park Sragen terkait rencana pengembangan becak listrik. Ia menyebut, belum ada komunikasi dengan calon investor lain untuk pengembangan becak ini.

Meski demikian, PLN tak menargetkan kapan becak listrik itu bisa dimanfaatkan masyarakat. Menurut dia, target terdekat yakni mencari investor untuk mengembangkan prototipe ini.Sebagai informasi, PLN membuat satu becak listrik dengan nilai investasi Rp 7  juta/becak. Selain memakai listrik, becak juga bisa dijalankan dengan baterai yang bisa diisi ulang (recharge).Jika becak listrik itu bisa dikembangkan, PLN siap menyediakan sarana pendukung yakni stasiun penyedia listrik umum (APLU) di tempat umum sebagai tempat isi ulang baterai becak listrik.“Jadi pada becak juga ada alat monitornya, kecepatannya juga bisa mencapai 40 km/jam. Program ini sebenarnya untuk memancing kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat bisa dikembangkan dengan penggunaan energi listrik,” terangnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler