Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmadja mengatakan, proses autopsi belum bisa dilakukan karena masih menunggu izin. ”Izin dari kedutaan negara asal,” katanya.

Ia menyatkan, sebelumnya jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Semarang memang untuk proses autopsi. Namun karena izin dari kedutaan belum turun, sehingga jenazah dikirim ke RSUP dr Kariadi Semarang, yang mempunyai lemari pendingin penyimpanan mayat yang lebih baik.

Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol dr Didit Setiobudi mengatakan jenazah memang sudah sejak awal direncanakan dipindah ke RSUP dr Kariadi Semarang karena lemari pendingin yang lebih bagus. "Antisipasi, kita dorong ke RS Kariadi karena pendingin di sana lebih bagus," ujarnya.

Baca : Begini Kronologi Penemuan Pendaki yang Tewas di Merbabu, Ditemukan 3 PasporSebelumnya, Andrey Voytech, yang hilang saat mendaki di Gunung Merbabu, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia oleh tim pencari pada Sabtu (7/4/2018). Tim SAR sempat melakukan pencarian selama 7 hari dan di temukan di dasar jurang dengan ketinggian sekitar 13 meter.Pada awalnya Andrey dilaporkan sebagai warga negara Selandia Baru. Sementara korban membawa tiga paspor berbeda. Diduga Andrey berasal dari Slovakia.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News