Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Korban tewas diketahui bernama Wahyu Purnomo warga Turunrejo Brangsong. Pelajar kelas XI SMK Harapan Mulya Kendal ini  terkena sabetan senjata tajam. Korban ditemukan tergeletak di sawah dan diangkat warga untuk dibawa ke RS Soewondo Kendal.

Namun, nahas, saat dalam perawatan di ruang instalasi gawat darurat (IGD), korban meninggal dunia akibat luka di bagian rusuknya. Sementara satu pelajar lainnya atas nama Safrin Prasetyo, pelajar SMK AYK Patean, mendapat perawatan di Puskesmas Kaliwungu karena sabetan senjata tajam di kepala dan punggung.

Dari informasi yang didapatkan, tawuran itu melibatkan 40an pelajar, dari SMK Harapan Mulya, SMK Bhinneka, SMK AYP Patean, dan SMK Negeri 10 Semarang.

Sementara itu, petugas Polres Kendal yang melakukan penyisiran di lokasi tawuran berhasil mengamankan satu pelajar SMK Negeri 10 Semarang bernama Asril. Pelajar yang terlibat tawuran ini mengaku hanya diajak temannya dan tidak tahu siapa lawannya. "Saya tadi diajak teman ikut tawuran," kata Asril.
Sementara satu pelajar yang mengalami luka Safrin Prasetyo mengaku tak tahu persis kejadiannya. “Saya kurang tahu persis orangnya banyak dan gelap. Saya hanya mengetahui banyak orang saling pukul. Saya tadi hendak lari dan terkena sabetan senjata tajam di punggung,” akunya.Dari keterangan sejumlah warga, sebelum tawuran terdengar bunyi petasan dan kembang api. Tak lama, warga melihat puluhan pelajar terlibat adu jotos menggunakan senjata tajam jenis samurai, parang, celurit, dan gir.Polisi masih memburu pelaku tawuran yang berasal dari sekolah di Semarang dan Kendal. Penyebab tawuran masih dalam penyelidikan. Sementara korban tewas dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler