Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan di Kota Semarang sudah mendekati DKI Jakarta, yakni 37 jam per tahun. Angka ini sudah mendekati kemacetan Jakarta yang mencapai 55 jam setahun (tahun 2016).

Kondisi ini juga dikritisi kalangan DPRD Jawa Tengah. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang sulit terpecahkan.

”Pengelolaan transportasi di Jateng masih menyimpan segudang permasalahan, bahkan yang menjadi utama permasalahan transportasi masih mengenai seputar kemacetan,” katanya, Jumat (27/4/2018).

Ada beberapa penyebab tingginya angka kemacetan di provinsi ini. Di antaranya, jumlah kendaraan yang semakin meningkat sementara tak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan. Selain itu, banyaknya jalur perlintasan sebidang dengan jalur kereta api juga menjadi penyebab.

Tak hanya itu, tingginya penggunaan ruang parkir di bahu jalan dan belum terkoordinasinya manajemen antar persimpangan jalan menjadi pelengkap persoalan transportasi di Jawa Tengah.

"Pada level nasional, Kota Semarang masuk dalam sepuluh kota yang mengalami permasalahan kemacetan tertinggi," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Ia mengungkapkan, masalah lain yang cukup krusial adalah konektivitas antarwilayah yang ditandai dengan lemahnya pelayanan antarmoda transportasi yang menghubungkan pelabuhan, bandara, terminal, dan stasiun."Ditambah dengan belum optimalnya tingkat pelayanan angkutan umum sebagai penghubung pusat kegiatan strategis menjadi keruwetan berkepanjangan di Jawa Tengah, padahal, transportasi menjadi penunjang utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah," katanya.Baca : Kemacetan Semarang Mulai Dekati Jakarta, Capai 37 Jam Per TahunSebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyebut, kemacetan yang terjadi di ibu kota Jawa Tengah itu sudah mencapai 37 jam dalam setahun. Angka ini sudah mendekati kemacetan Jakarta yang mencapai 55 jam setahun (tahun 2016).”Hasil penelitian lembaga riset Inrix juga menyebutkan rata-rata tingkat kemacetan di Kota Semarang sudah mencapai 37 jam dalam setahun,” kata Kepala Dishub Kota Semarang, Muhammad Khadiq dikutip dari metrojateng.com.Berdasarkan catatan yang dimilikinya juga lama waktu yang dibutuhkan pengendara saat macet mencapai 17 persen. Bahkan pada jam sibuk persentase waktu berkendara meningkat menjadi 21 persen.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler