Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasalnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah bersama Dinas Perdagangan Surakarta saat melakukan sidak ke Pasar Nongko, Solo, menemukan sejumlah bahan makanan mengandung formalin.  Dari hasil cek laboratorium dari beberapa sampel ditemukan formalin.

"Kami segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Surakarta untuk menindaklanjuti temuan makanan berformalin itu," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo dilansir Antarajateng Jumat (18/5/2018).

Menurut dia,  Dinas Perdagangan tidak memiliki wewenang melakukan penyitaan makanan  mengandung formalin itu. Kendati demikian, pihaknya mengimbau para pedagang dalam menjual makanan yang layak dikonsumsi atau mengandung bahan mengawet kimia untuk masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat lebih waspada dalam memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi.

"Kami berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Satgas Pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah. TPID setempat dalam mengawasi kelayakan, ketersediaan, hingga harga komoditas pangan di pasar-pasar menjelang Lebaran," ujarnya.Petugas Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Jateng, Tri Nobitarini,  menjelaskan  telah mengambil 50 sampel makanan di Pasar Nongko Solo, dan 10 di antaranya, sudah diuji.Menurut Tri, dari 10 sampel tersebut pihaknya menemukan teri nasi mengandung formalin dengan warna ungu saat dimasukan dalam tabung berisi cairan kimia. Sedangkan sampel lain seperti kerupuk mengandung bahan pewarna.Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghindari membeli makanan yang warnanya mencolok, karena ada kemungkinan besar mengandung bahan pewarna.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler