Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Wakil Ketua MUI Sukoharjo, Guntur Subiyantoro, mengatakan vaksin imunisasi MR yang diberikan kepada anak-anak belum mendapatkan label halal dari MUI pusat. Proses menerbitkan sertifikat halal harus melalui prosedur terutama uji halal vaksin yang membutuhkan waktu cukup lama.

“Kami mengikuti instruksi pengurus MUI pusat untuk menunda sementara pemberian vaksin MR sampai diterbitkannya sertifikat halal. Tak sedikit masyarakat yang meragukan kehalalan vaksin MR itu,” katanya dilansir Solopos.com.

Uji halal vaksin MR dilakukan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Pusat. Namun, hingga sekarang belum ada permintaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan uji halal vaksin MR.

Menurut Guntur, jika ada permintaan uji halal vaksin bakal ditindaklanjuti LPPOM MUI pusat. Berbagai bahan yang terkandung dalam vaksin bakal diuji untuk menentukan apakah halal atau tidak.

Vaksin MR yang diberikan kepada anak-anak dengan disuntikkan diimpor dari Serum Institute of India (SII).
“Sebenarnya yang wajib mengajukan permintaan uji halal adalah produsen vaksin dari India. Sedangkan apakah pemberian vaksin ditunda sementara atau dilanjutkan merupakan wewenang instansi terkait,” ujarnya.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menyebut pihaknya masih menunggu instruksi Kemenkes mengenai pemberian vaksin MR di Sukoharjo. Yunia belum mengetahui secara jelas apakah pemberian vaksin MR ditunda sementara atau tidak.Pada 2017, jumlah sasaran program imunisasi MR di Sukoharjo sebanyak 194.150 anak. Target sasaran imunisasi MR berusia sembilan bulan sampai 14 tahun. Pemberian vaksin dilakukan di sekolah, posyandu, puskesmas, dan rumah sakit.“Anak bawah lima tahun (balita) harus diberi imunisasi untuk mencegah terjangkit penyakit seperti campak, gondongan, dan rubella,” terangnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler