Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Proses evakuasi korban yang dilakukan secara manual berjalan sekitar lima jam karena petugas dari BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, dan kepolisian mengalami kesulitan menyingkirkan material reruntuhan.

Selain itu, sempitnya akses jalan di lokasi kejadian yang berada di pemukiman padat penduduk itu juga menjadi kendala tersendiri bagi petugas gabungan yang melakukan evakuasi.

Dilansir Antara Jateng, salah seorang saksi, Nur Kholim, mengaku sempat bertemu dan menyapa korban sebelum menggunakan fasilitas umum itu sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut dia, korban memang biasa menggunakan toilet umum untuk mandi pada malam hari.

Ia mengungkapkan, 30 menit setelah dirinya bertemu korban, terdengar suara gemuruh dari arah toilet umum yang sedang digunakan korban."Ketika saya datangi asal suara gemuruh seperti gempa itu ternyata toilet sudah runtuh tertimpa reruntuhan bangunan di sebelahnya yang ambrol," ujarnya.Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi runtuhnya toilet umum tersebut.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler