Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di Jepara UAS direncanakan mengisi pengajian yang digelar di Pondok Pesantren Al Husna, Mayong, pada 1 September 2018. Sehari setelahnya, yakni pada 2 September 2018 UAS dijadwalkan mengisi ceramah subuh dan meresmikan festival kuliner di MAJT. Namun secara mendadak manajemen UAS membatalkan semua janji ceramah.

Pendakwah asal Riau ini menyebut jika pembatalan pengajian yang rencananya dihadirinya karena ada intimidasi. Alasan ini disampaikan UAS dalam postingan di akun instagram miliknya @ustadzabdulsomad pada Minggu (2/9/2018).

UAS juga menyebut alasan yang sama yang melatarbelakangi batalnya ia menghadiri pengajian di Kudus beberapa waktu lalu dan di Kabupaten Grobogan.

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan dan lain-lain terhadap tausiah beberapa daerah seperti di Grobogan, Jepara, Kudus dan Semarang. Ada beban panitia yang semakin berat,” isi postingan aku Instagram UAS.

https://www.instagram.com/p/BnOhsP-nP-Z/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=embed_loading_state_control

 

Penjelasan tentang pembatalan pengajian ini diunggah akun instagram UAS pada Minggu (2/9/2018) pukul 21.30 WIB. Postingan ini langsung mendapat tanggapan dari ratusan ribu akun. Komentar dalam postingan itu rata-rata banyak yang menyayangkan.

Selain pembatalan pengajian di beberapa derah di Jawa Tengah, UAS juga memastikan pengajian di Malang, Solo, Yogyakarta sejak September hingga Oktober 2018 juga dibatalkan. ”Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi, dan mohon doakan selalu,” katanya.Baca : Ustaz Abdul Somad Mendadak Batalkan Ceramah di MAJTSebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Pelaksana (DPP) MAJT Semarang Prof KH Noor Achmad juga menyebut batalnya pengajian UAS di MAJT murni dari manajemen UAS, bukan karena panitia, pemerintah ataupun kepolisian. Ia juga menyebut, tidak ada penolakan kehadiran UAS di MAJT.”Sepengetahuan kami, sejak mengundang UAS hingga ada pembatalan sepihak, belum pernah ada warga Jateng menyampaikan penolakan ke MAJT, baik lewat surat atau datang langsung,” terangnya.Artinya, kata dia, kehadiran UAS di MAJT sebenarnya ditunggu, namun apabila ternyata pembatalan itu lebih didasarkan analisis masih adanya penolakan masyarakat, MAJT siap menjadi fasilitator untuk berdialog.Sementara rencana kehadiran UAS di Jepara memang mendapat penolakan. Dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom, kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Mayong Cinta NKRI menyatakan menolak kedatangan UAS.Dalam pernyataan sikapnya, Abdi Munif, selaku koordinator menyebut, latarbelakang penolakan lantaran dipicu beredarnya atribut khas ormas HTI jelang kehadiran UAS. Mereka menduga kedatangan UAS di Jepara diboncengi oleg gerakan pengusung khilafah.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler