Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ini dikatakan Ganjar, saat membuka Festival Kota Lama ke-7, Jumat (21/9/2018) malam tadi. Menurut dia, keinginan itu sempat ia lontarkan kepada sejumlah menteri.

"Ketika berlayar dari Karimunjawa ke Semarang bersama para menteri saya ditanya, Pak Gubernur inginnya apa? saya jawab saya ingin Kota Lama," katanya.

Selain itu Ganjar juga menginginkan ketika orang masuk ke kota lama tidak ada polusi. Dia pun meminta pasokan listrik, dan menginginkan agar becak dan dokar masuk Kota Lama sebagai moda transportasi.

"Kita akan undang kawan-kawan mengisi di sini, berkunjung ke sini. Pak presiden sudah mendukung. Yuk, kita permak kota lama bersama. Jangan lupa bahagia," ujarnya.

Menurut dia, di Kota Lama harus dipenuhi berbagai even, sehingga akan memperkuat pengakuan sebagai kota warisan dunia oleh UNESCO. Ia menyebut, gedung-gedung bersejarah di kota lama yang asyik buat selfie memang berhasil memikat wisatawan, namun itu menurut dia belum cukup.

"Kawasan ini harus ditiupkan ruh, harus ditiupkan rasa bahwa di sini bukan hanya manusia yang ada, bukan hanya bangunan yang asyik buat selfie, tapi ada nuansa yang tercipta di sini," terangnya.
Ungkapan Ganjar tersebut ditujukan pada para pegiat lintas bidang yang peduli pada kota lama. Dia akan terus mendukung beragam acara di Kota Lama. Bahkan dia meminta penyelenggaraan festival serupa tidak hanya dilakukan setahun sekali."Maka saya minta tiap Minggu ada acara di sini. Akhirnya ide-ide lahir di sini. Saya tidak ingin festival ini hanya satu tahun sekali, tapi tiap Minggu. Buat apapun, festival dalang, festival lari atau apapun," paparnya.Festival Kota Lama Semarang sendiri berlangsung dari 20 - 23 September 2018. Beragam acara tersaji dari kesenian hingga pameran UMKM dengan mengusung tema Kuno Kini Nanti, Beda Masa Satu Rasa.Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kota Lama, Didiek Hardiana Prasetyo mengatakan telah menyiapkan beragam pertunjukan tradisi hingga modern. Dengan mengundang seniman ternama dari Ki Anom Suwito hingga Tohpati Bertiga."Juga ada jelajah Kota Lama sambil mengenal sejarah yang tersimpan di dalam gedung - gedung tua di kawasan ini bersama Bersukariawalk Tour," pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler