Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penemunya adalah Sugiono (36) warga Dusun Bulak Etan, Desa Gunan Kecamatan Slogohimo, Wonogiri. Koin kuno itu ditemukan pada 31 Agustus 2018 lalu.

Saat ditanya wartawan, ia mengaku tak tahu pasti jumlah koin yang ditemukan di ladangnya. Koin itu terlihat bertumpuk dan masih bercampur tanah kering.

Bapak beranak tiga ini menceritakan, kala itu, ayahnya Kasto (56) tengah mengairi sawah yang ditanami jagung. Ketika itu air meluber dan membuat salah satu pematang longsor.

Ketika didekati dia melihat benda menyerupai logam menggumpal terbungkus tanah di tebing pematang sawah warisan keluarganya yang tingginya sekitar satu meter lebih.

“Semua koin itu sudah menghijau tertutup korosi. Tidak ada petunjuk tahun pembuatan uang itu. Hanya saja, sekilas terlihat huruf kanji pada sisi mata uang tersebut,” ujarnya.

Temuan itu pun langsung dilaporkan. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah yang melakukan penelitian berhasil melakukan identifikasi koin mata uang Cina tersebut.

Saat diperiksa koin itu tersebut dalam kondisi sebagian besar masih menggumpal karena terjadi patinasi pada bahan logam, beberapa koin masih menyatu antara dua sampai empat lapis keping. Keseluruhan temuan koin memiliki diameter antara 2,3 cm – 2,5 cm dengan ketebalan 1 mm dan memiliki lubang berbentuk persegi di bagian tengah.Dilansir Antara, tim BPCB Jateng melakukan identifikasi berdasarkan pertanggalan relatif yang dilihat dari tulisan/huruf/aksara yang tertera di salah satu sisi koin. Sebagian besar tulisan tidak begitu jelas karena telah mengalami korosi dan patinasi.Untuk melakukan identifikasi, tim BPCB Jateng melakukan peninjauan lokasi pada 7 September 2018 dan mengambil 48 keping koin sampel untuk diteliti.Hasil identifikasi, koin mata uang Cina tersebut merupakan koin Kerajaan Xia Barat (1032-1227). Kerajaan Xia Barat memerintah dari tahun 1032 – 1227 menguasai wilayah Tiongkok bagian barat laut yang saat ini meliputi Provinsi Ningxia, Gansu, Qinghai Timur, Shaanxi Utara, Xinjiang Timur Laut, sebagian Mongolia terutama Mongolia Selatan.Selain itu, terdapat juga koin Kerajaan Sung/Song Utara (960 – 1127 Masehi) Kerajaan Sung Utara merupakan bagian dari Dinasti Sung/Song.Dinasti Sung/Song adalah salah satu dinasti yang memerintah di Tiongkok antara tahun 960 sampai dengan tahun 1279 sebelum Tiongkok diinvasi oleh bangsa Monggol.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler