Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Darmanto, Kamis (25/10/2018) mengatakan, tenaga honorer pada 2017 diberikan honor masing-masing sebesar Rp 1 juta setiap bulan. Tetapi 2018 dinaikan sesuai UMK Boyolali sebesar Rp 1,65 juta terhitung sejak Januari hingga sekarang.

Darmanto menjelaskan, dana untuk tenaga honorer K-2 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali, baru terealisasi sebesar Rp 1 juta per bulan hingga Agustus 2018.

Sehingga mereka kini mendapat kekurangan Rp 652 ribu dikalikan delapan bulan sehingga totalnya Rp 5,21 juta per orang.

"Sebanyak 586 orang honorer sebagai tenaga pendidik, baik di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) hingga jenjang SMA/SMK," katanya dilansir Antara.

Untuk memenuhi anggaran honorer tersebut Pemkab Boyolali telah menyediakan dana mencapai Rp 11,6 miliar. Honorer K-2 yang tercatat di Kabupaten Boyolali saat ini masih 586 Orang, tetapi terdapat dua orang mengundurkan diri dan satu lainnya meninggal dunia.
"Kami berharap bupati Boyolali menyetujui dalam memberikan bantuan tambahan kesejahteraan bagi tenaga honorer di luar K-2 dan akan diinventarisasi," katanya.Sementara Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, mengemukakan pemkab menaikan upah honorer tersebut merupakan salah satu wujud perhatian atas aspirasi tenaga honorer dalam peningkatan kesejahteraan. Pihaknya berusaha dan berharap agar 2019, kebijakan itu, dapat dilanjutkan.Menurut dia, Bupati mendengarkan apa yang menjadi aspirasi para tenaga honorer di Boyolali tentang bagaimana kesejahteraan diperhatikan. Wujud perhatian ini, mampu merasakan perjuangan, pengabdian dan ketulusan para tenaga honorer."Pengabdian para tenaga honorer sudah luar biasa. Mereka tidak melakukan aksi-aksi dan menjaga stabilitas keamanan yang kondusif di Boyolali," ujarnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler