Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Korban ditemukan warga pada Minggu (4/10/2018). Korban langsung dilarikan ke rumah sakit, dan polisi melakukan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata pedagang tahu itu menjadi korban perampokan. Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya berhasil meringkus orang yang diduga sebagai pelaku.

Pelaku adalah seorang pemuda bernama Edi Susanto (28) warga Desa Pagedangan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Pemuda ini nekat merampok dengan alasan butuh biaya untuk menikah.

Dalam jumpa pers dengan wartawan, Selasa (6/11/2018), Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengatakan, kasus ini berhasil diungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan pada saksi dan barang bukti di lokasi kejadian.

Hanya butuh waktu beberapa jam saja, untuk mendeteksi dan menangkap pelaku. Pemuda ini ditangkap saat hendak melarikan diri ke luar kota.

”Dalam waktu sekitar 3 jam, tersangka berhasil diamankan berikut barang bukti yang dipakai untuk kejahatan,” katanya.

Ia menyebut, barang bukti yang berhasil diamankan yakni pisau yang digunakan untuk menusuk korban, sepeda motor serta dompet milik korban.

Kasat Reskrim menceritakan kronologis kasus itu. Peristiwa bermuka saat pelaku keluar dari rumah menggunakan pikap noppol G 1768 VZ. Saat itu waktu menunjukkan pukul 01.00WIB.

"Pelaku rupanya sudah merencanakan semua. Termasuk mempersiapkan alat dengan membawa pisau," ujarnya.Sekitar pukul 02.00 WIB, korban melintas di lokasi pelaku menunggu. Saat itu, pelaku langsung mengejar menggunakan sepeda motor dan menghentikan korban.Pelaku berpura-pura minta tolong agar Suhali mengangkut seng yang berada di dekat tempat sampah.Saat turun dari mobil, pelaku langsung menusuk perut korban sebanyak enam kali. Tak hanya itu, pelaku juga menusuk bagian kaki korban sebanyak tiga kali.Setelah korban tak berdaya, pelaku menyeret tubuh korban dan menimbunnya dengan sampah. Uang milik korban sebanyak Rp 6,5 juta dan satu unit HP langsung dibawa kabur.Sementara pelaku mengaku sudah merencanakan aksi perampokan itu. Ia menyebut, sengaja mengincar korban karena diketahui punya uang banyak.Ia juga mengaku terpaksa melakukan kejahatan tersebut, lantaran tengah butuh uang untuk mempersiapkan pesta perkawinan. "Mau nikah tidak punya uang. Jadi saya terpaksa merampok Suhali," pungkasnya.Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatanya. Hingga kini polisi masih melakukan pemeriksaan dan menahan tersangka.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler