Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di sela-sela acara Darwin diberi roti oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Darmin tak mengetahui jika bahan baku roti itu adalah gaplek (ketela yang dikeringkan). Darmin pun terkejut dan antusias.

Ini terjadi saat Darmin diajak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk meninjau stand produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khas Wonogiri.

Berbagai hasil produksi unggulan Kabupaten Wonogiri dipamerkan dalam pameran itu. Baik produk kerajinan tangan, home industri serta olahan makanan dan minuman.

Saat tiba di depan pintu masuk stan, Darmin dan Ganjar langsung disambut dengan welcome drink berupa jamu Kunir Asem. Tanpa canggung, keduanya meneguk minuman herbal yang memiliki banyak khasiat itu.

Di tengah kunjungan, Ganjar tertarik dengan satu stan yang menawarkan aneka makanan seperti kue dan brownies. Yang membuat Ganjar tertarik adalah, bahan makanan tersebut terbuat dari 'gaplek', singkong yang dijemur yang biasa untuk bahan dasar nasi Tiwul.

"Pak Darmin, coba ini, ini enak dan khasnya Wonogiri," kata Ganjar menawarkan roti kepada Darmin.

Tanpa pikir panjang, Darmin langsung mencicipi makanan berbentuk bolu itu. Merasa enak, ia kembali mengambil satu potong dan kemudian melahapnya.

"Enak kan pak? Bapak tahu ini terbuat dari apa? Ini dari gaplek lho pak, khasnya Wonogiri," kata Ganjar.

Mendengar hal itu Darmin terlihat terkejut. Ia tidak menyangka jika roti yang dimakannya itu terbuat dari gaplek.

"Masa ini dari gaplek? ini enak lho pak, seperti roti yang dijual di supermarket," ucapnya.Ganjar kemudian tersenyum mendapat jawaban itu. Kemudian ia langsung ngevlog dan memamerkan roti tersebut."Ini roti rasanya enak, dikemas dengan bentuk bagus. Tahu tidak ini dari gaplek, ini khasnya Wonogiri," ujarnya.Ia juga berseloroh bagaimana dulu dirinya pernah dibully saat mengeluarkan statemen soal gaplek di media sosial"Yang bully saya itu belum tahu, kalau gaplek bisa diolah menjadi makanan yang enak. Ini saja Pak Darmin suka, jadi yang bully saya itu keliru karena gaplek itu top, bisa dibuat apa saja dan rasanya nikmat," ujarnya.Pembuat aneka kue dari gaplek itu salah satunya Ratih, warga Desa Tanggulangin, Jatisrono Wonogiri. Ia mengatakan jika sudah menekuni usahanya itu sejak beberapa tahun lalu."Ada roti, biskuit, brownies kering dan aneka makanan lainnya. Bahan dasarnya 75 persen dari gaplek, sisanya bahan tambahan seperti terigu, gula, telur dan lainnya," ujarnya.Dulu, ia hanya memasarkan makanan itu kepada tetangga terdekat. Namun setelah mendapat pelatihan dan bantuan modal dari KUR Bank BRI, produksinya ditingkatkan dan dikemas lebih menarik."Sekarang banyak yang pesan, bahkan dari luar daerah banyak yang beli karena saya juga jualan online," pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler