Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Nama program ini adalah ”Ngrekso Ban Kempes”. Untuk memanfaatkan layanan ini pun cukup mudah, tinggal memanfaatkan smartphone.

Yakni tinggal mengunduh aplikasi Solo Destination. Aplikasi ini mencakup banyak informasi dan akses mengenai Solo dan kebijakan pemkot.

Dalam aplikasi Solo Destination, pengguna tinggal memilih menu Fasilitas Publik, lalu klik Tambal Ban Online. Pengguna akan disuguhkan peta yang menggambarkan keberadaan para tukang tambal ban.

Pengguna kemudian bisa mengklik salah satu tukang tambal ban terdekat. Kemudian akan muncul nomor telepon tambal ban yang bisa dihubungi.

“Setiap motor Ngrekso Ban Kempes dilengkapi dengan Global Positioning System atau GPS. Jadi tukang tambal bannya bisa dipantau posisinya melalui aplikasi Solo Destination di menu Tambal Ban. Nanti posisi yang terdekat bisa dikontak via telepon atau WhatsApp. Diaplikasi sudah ada nomor-nomornya,” urai Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Motor tambal ban ini menggunakan kendaraan bermerek Nozomi dengan kapasitas 150 cc yang dimodifikasi sehingga memiliki gerobak di belakangnya. Gerobak tersebut akan diisi dengan kompresor dan perlengkapan tambal ban lainnya.Rudy mengatakan enam unit itu disebar di lima kecamatan di Solo. Ide awal peluncuran layanan ini muncul dalam rangka merapikan Kota Solo dari keberadaan tukang tambal ban yang biasa mangkal di trotoar atau tempat-tempat kumuh.”Sebagai kompensasi penertiban kami memikirkan desain kios yang mobile. Kalau misal mau mangkal tidak meninggalkan barang-barang dan membuat emplek-emplek kumuh,” ujarnya.Sebanyak enam gerobak tambal ban mobile diserahkan kepada enam tukang tambal ban di lima kecamatan di Kota Solo. Rudy menambahkan, peluncuran enam armada tersebutbaru tahap pertama. Nanti semua tukang tambal ban yang memenuhi syarat akan mendapatkan hibah.“Syaratnya punya KTP, KK Solo dan punya SIM. Terus, setelah menerima bantuan harus mau nabung Rp750 ribu per bulan di Bank Solo. Uangnya ini nanti yang mereka gunakan untuk mereka sendiri bukan buat Pemkot atau nyicil motor,” pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler