Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tiga rumah yang terbakar merupakan milik Raidi, Damiri dan Ruwah. Tiga rumah ini berdempetan, sehingga ketika sumber api muncul dari salah satu rumah, dua rumah lain tak bisa diselamatkan.

Apalagi di ketiga rumah itu banyak barang yang mudah terbakar. Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom menyebut, penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik (korsleting).

Api yang membakar rumah itu sangat besar, sehingga sama sekali tak ada yang bisa disekamatkan. “Kondisi rumah yang terbakar rata dengan tanah,” katanya Kamis (20/12/2018).

Ia menyebut, sebagian besar rumah yang terbakar terbuat dari papan sehingga api cepat berkobar dan sulit dipadamkan. Menurutnya, saat kebakaran warga juga tak berani menyelamatkan barang berharga karena masih ada korsleting.“Warga berusaha menyelamatkan isi rumah, namun konsleting masih ada sehingga tidak berani masuk ke dalam rumah. Tadi yang sempat diselamatkan satu motor dan televisi,” kata dia.Dikatakan, jika kebakaran terjadi di wilayah pegunungan maka petugas pemadam kebakaran akan sulit menjangkau lokasi, karena medannya sulit. Selain itu, jika memungkinkan mobil damkar naik ke atas, maka kebakaran diperkirakan sudah padam karena jauh dan sulitnya medan.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler