Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkan Kabupaten Boyolali, Afiany Rifdania di sela pelaksanaan kegiatan di Puskeswan Kecamatan Mojosongo Rabu (13/2/2019) mengatakan, populasi kucing dan anjing liar di wilayah ini sulit untuk dikendalikan.

Hewan-hewan ini rawan terkena rabies dan menularkan oksoplasmosis dan leptospirosis. Untuk menghindari hal ini Pemkab Boyolali menyelenggarakan program sterilisasi bagi hewan pembawa rabies (HPR) berupa anjing dan kucing.

Kegiatan yang menjalin kerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jateng IV serta sejumlah petshop di Boyolali ini digelar di lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

”Program steril bersubsidi dilaksanakan di lima Puskeswan dikhususkan kucing terlebih dahulu. Mengingat kucing pembawa rabies dan bisa menularkan toksoplasmosis dan leptospirosis sehingga kami khawatir populasinya yang sudah cukup banyak dan liar,” ujarnya.

Pihaknya mengaku cukup khwtir dengan banyaknya populasi kucing liar yang ada di Boyolali. Hewan tersebut akan memakan makanan sisa yang kotor bisa menularkan penyakit ke manusia seperti scabies dan jamur.
Kucing yang tidak ada yang merawat diyakini akan mudah terkena penyakit akan menyebarluaskan penyakit hewan yang menular tersebut.Untuk itu Afi berharap masyarakat dan komunitas pecinta hewan semakin mengenal lebih dekat dengan Puskeswan agar peduli dengan kondisi kesehatan hewan peliharaan mereka seperti anjing dan kucing.Salah satu peserta kegiatan, Wulan sangat senang bisa mengikuti program steril bersubsidi ini. Warga kota Boyolali yang memiliki lebih dari 10 ekor kucing ini biasanya melakukan sterilisasi hewan peliharaannya secara mandiri.”Dengan program ini dengan separuh harga lumayanlah. Selian itu bisa cek kesehatan kucing pastinya,” terang Wulan.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler