Populasi Kucing Liar Membeludak Bikin Pemkab Boyolali Khawatir
Murianews
Rabu, 13 Februari 2019 15:10:02
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkan Kabupaten Boyolali, Afiany Rifdania di sela pelaksanaan kegiatan di Puskeswan Kecamatan Mojosongo Rabu (13/2/2019) mengatakan, populasi kucing dan anjing liar di wilayah ini sulit untuk dikendalikan.
Hewan-hewan ini rawan terkena rabies dan menularkan oksoplasmosis dan leptospirosis. Untuk menghindari hal ini Pemkab Boyolali menyelenggarakan program sterilisasi bagi hewan pembawa rabies (HPR) berupa anjing dan kucing.
Kegiatan yang menjalin kerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jateng IV serta sejumlah petshop di Boyolali ini digelar di lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).
”Program steril bersubsidi dilaksanakan di lima Puskeswan dikhususkan kucing terlebih dahulu. Mengingat kucing pembawa rabies dan bisa menularkan toksoplasmosis dan leptospirosis sehingga kami khawatir populasinya yang sudah cukup banyak dan liar,” ujarnya.
Pihaknya mengaku cukup khwtir dengan banyaknya populasi kucing liar yang ada di Boyolali. Hewan tersebut akan memakan makanan sisa yang kotor bisa menularkan penyakit ke manusia seperti scabies dan jamur.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



