Selalu Diterjang Banjir, Lapas Pekalongan Dipindah ke Lereng Gunung Slamet
Murianews
Sabtu, 23 Februari 2019 11:15:41
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ratusan napi dari berbagai kasus harus dipindahkan sementara ke sejumlah lapas terdekat. Kini lapas itu dalam kondisi kosong, karena masih proses pembenahan setelah diterjang banjir bandang Januari 2019 lalu.
Pemerintah juga merencanakan untuk memindah lapas ini. Lokasi yang disiapkan yakni di lereng Gunung Slamet. Tepatnya di wilayah Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Tanah tersebut merupakan lahan milik pemkab.
Hal ini dibenarkan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Jawa Tengah, Heni Yuwono, kepada wartawan. Ia menyebut, proses pembangunan lapas di lereng Gunung Slamet itu akan dimulai April 2019 mendatang.
“Setelah lahan untuk relokasi lapas diserahkan pemkab, insya Allah April mendatang langsung dimulai pembangunan fisik,” katanya.
Ia menyebut, aggaran untuk pembangunan lapas ini telah disedikan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Proses pembangunan nantinya akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



