Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Banjir terjadi akibat luapan dari beberapa sungai di sekitar Cawas. Banjir menggenangi rumah warga, area persawahan, dan jalanan di Kecamatan Cawas akibat hujan yang terjadi sejak Rabu (6/3/2019) siang.

"Di antaranya dari Tanggul Kali Dengkeng di Desa Japanan yang jebol dan Sungai Gamping Desa Karangasem yang jebol berdampak pada tergenangnya rumah penduduk dan sawah," kata Camat Cawas, Sofyan seperti dilansir AntaraJateng.

Ia mengatakan tergenangnya sawah yang hampir memasuki masa panen ini terjadi di hampir 20 desa di Kecamatan Cawas.

Meski banjir menggenangi di puluhan desa, warga masih enggan untuk mengungsi, meskipun ketinggian air terus bertambah. Padahal pemerintah setempat sudah meminta mereka untuk meninggalkan rumah dan mengungsi di tempat yang lebih aman.

Ia mengatakan hingga pagi ini air yang masuk ke rumah warga ketinggiannya mencapai sekitar 40 sentimeter.

"Sebetulnya kami sudah mengarahkan mereka untuk segera mengungsi, khususnya yang ada di Desa Bawak namun mereka belum mau. Mereka masih menganggap ini hal biasa," ujarnya.
"Sebetulnya kami sudah mengarahkan mereka untuk segera mengungsi, khususnya yang ada di Desa Bawak namun mereka belum mau. Mereka masih menganggap ini hal biasa," ujarnya.Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Dodhy Hermanu mengatakan luapan sungai terjadi di empat kecamatan, yaitu Bayat, Trucuk, Wedi, dan Cawas."Sejauh ini untuk pengungsi ada dua balita, 4 lansia, dan 1 warga yang tengah sakit," terangnya.Terkait hal itu, hingga saat ini upaya yang dilakukan oleh BPBD yaitu melakukan evakuasi, mengirimkan logistik, dan perahu karet. Penulis: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler