20 Desa di Cawas Klaten Tergenang Banjir, Warga Emoh Mengungsi
Murianews
Kamis, 7 Maret 2019 10:32:17
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Banjir terjadi akibat luapan dari beberapa sungai di sekitar Cawas. Banjir menggenangi rumah warga, area persawahan, dan jalanan di Kecamatan Cawas akibat hujan yang terjadi sejak Rabu (6/3/2019) siang.
"Di antaranya dari Tanggul Kali Dengkeng di Desa Japanan yang jebol dan Sungai Gamping Desa Karangasem yang jebol berdampak pada tergenangnya rumah penduduk dan sawah," kata Camat Cawas, Sofyan seperti dilansir AntaraJateng.
Ia mengatakan tergenangnya sawah yang hampir memasuki masa panen ini terjadi di hampir 20 desa di Kecamatan Cawas.
Meski banjir menggenangi di puluhan desa, warga masih enggan untuk mengungsi, meskipun ketinggian air terus bertambah. Padahal pemerintah setempat sudah meminta mereka untuk meninggalkan rumah dan mengungsi di tempat yang lebih aman.
Ia mengatakan hingga pagi ini air yang masuk ke rumah warga ketinggiannya mencapai sekitar 40 sentimeter.
"Sebetulnya kami sudah mengarahkan mereka untuk segera mengungsi, khususnya yang ada di Desa Bawak namun mereka belum mau. Mereka masih menganggap ini hal biasa," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



