Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bayi ini lahir di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tanjung Brebes. Proses kelahiran bayi ini dilakukan dengan cara sesar. Saat dilahirkan, bayi tersebut memiliki bobot 4,2 kg dan panjang 46 cm.

Hingga Senin (8/4/2019) hari ini, bayi itu masih dalam perawatan intensif di ruang perinatologi RS Mutiara Bunda.

Namun pihak rumah sakit menyebut, sarana dan prasana di rumah sakit itu belum mumpuni untuk melakukan penanganan bayi ini.

Direktur RS Mutiara Bunda, dr Linaldi Ananta menjelaskan, jika pihaknya berencana merujuk bayi malang tersebut ke rumah sakit yang lebih kompeten, seperti di RSUP dr Kariadi Semarang.

Ia juga menyebut, meski mempunyai dua kepala, bayi perempuan itu hanya memiliki satu organ dalam. ”Organ dalam seperti jantung dan paru Cuma satu, meski ada dua kepala,” katanya dikutip dari detik.com.

Orang tua bayi, Amirudin (33) dan Susi (27) warga Kecamatan Kersana, Brebes, mengaku hanya pasrah. Pihaknya juga menyerahkan semua penanganan kepada bayinya kepada pihak rumah sakit.
Orang tua bayi, Amirudin (33) dan Susi (27) warga Kecamatan Kersana, Brebes, mengaku hanya pasrah. Pihaknya juga menyerahkan semua penanganan kepada bayinya kepada pihak rumah sakit.Amirudin mengakui, sejak di dalam kandungan pihaknya sudah diberi tahu oleh dokter jika janin mereka mengalami kelainan.Sejak diberitahu oleh tim medis, tentang kelainan tersebut, ia bersama istrinya tetap bertekad untuk merawat sang bayi."Sudah tahu sebelum lahir. Cuma tetap kami rawat, masa mau digugurkan kan ga mungkin," ujar Amirudin. Editor: Ali MuntohaSumber: detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler