Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Prakiraan ini dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) . Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Achadi Subarkah Raharjo dilansir Antara mengatakan, cuaca ekstrem yang mungkin terjadi itu meliputi hujan lebat.

Selain itu juga disertai angin kencang yang juga dimungkinkan disertai petir.

Menurut dia, cuaca ekstrem tersebut terjadi akibat aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase basah.

"Aktivitas MJO pada fase basah dipredikai cukup signifikan dalam satun pekan ke depan," kata dia.

Kondisi itu, kata dia, bisa meningkatkan suplai massa udara basah di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

BMKG memprakirakan 24 kabupaten dan kota di Jawa Tengah akan terdampak cuaca ektrem tersebut. Cuaca ekstrem tersebut, kata dia, juga akan berdampak terhadap gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa Tengah."Tinggi gelombang hingga beberapa hari ke depan diperkitakan mencapai 2,5 hingga tiga meter," kata dia.Pihaknya mengimbau agar masyarakat mewaspadai hal ini. Karena cuaca ekstrem rawan memicu potensi bencana alam. Nelayan juga diimbau semakin waspada karena tinggi gelombang di laut bisa mencai tiga meter. Penulis: Ali MuntohaEditor: Ali MuntohaSumber: Antara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler