Dibaiat ISIS, Bomber Pos Polisi Sukoharjo Sempat Ajak Orang Tuanya
Murianews
Jumat, 7 Juni 2019 15:32:02
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Pelaku tunggal, tidak masuk jaringan teroris yang selama ini dipantau Polri,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel dilansir Antara.
Ia juga memastikan Rofik yang terluka saat peristiwa ledakan bom di depan pos Kartasura itu sebagai pelaku pengeboman.
Hal tersebut didasarkan atas kesamaan jenia bahan peledak di lokasi kejadian dengan yang ditemukan di rumah pelaku saat penggeledahan. Menurut dia, terpaparnya pelaku terhadap ajaran radikalisme berawal pada 2018.
Ia menjelaskan pelaku aktif berkomunikasi dengan pimpinan ISIS di Suriah dengan menggunakan media sosial. Sebagai pelaku tunggal yang tidak masuk dalam jaringan, kata dia, pelaku dibaiat sendiri dan belajar membuat bom sendiri.
Ia menuturkan Rofik yang sudah merencanakan aksinya sejak 2018 lalu itu memang mengincar polisi. "Sudah direncanakan sejak 2018, atas perintah imamnya," katanya.
Baca juga:
- Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Identitas Terduga Pelaku Terungkap
- Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Identitas Terduga Pelaku Terungkap
- Terduga Pelaku Bom Kartasura Dipindah ke RS Bhayangkara Semarang
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



