Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Karena kesal, warga pun menanami pisang jalan yang penuh berlubang itu. Apalagi saat hujan, lubang-lubang jalan itu tergenang air sehingga seperti kubangan.

Dikutip dari AntaraJateng, Rabu (18/12/2019), panjang jalan milik kabupaten itu yang mengalami kerusakan seitar 700 meter. Sejumlah pengendara baik roda dua maupun empat yang melintas harus ekstra hati-hati karena banyak lubang jalan tidak kelihatan akibat tergenang air hujan.

Santoso (53), warga Desa Blulukan menyebut, penanaman pohon pisang itu selain sebagai bentuk protes, juga sebagai tanda kepada pengguna jalan agar hati-hati. Sehingga pengendara tidak akan terperosok.

"Saya khawatir pengendara sepeda motor masuk lubang jalan lalu menyebabkan kecelakaan atau terjatuh. Karena, jalan yang berlubang pada musim hujan tidak kelihatan akibat tergenang air," kata Santoso.

Menurut dia, warga minta ada respons dari Bupati Karanganyar untuk segera melakukan perbaikan. Paling tidak untuk sementara bisa ditimbun dengan material bekas bangunan, sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.

Warga lainnya di desa yang sama Sukamto mengatakan protes warga tersebut masuk akal karena selama ini, kelihatan Pemkab tidak merespons dan membiarkan jalan itu rusak hingga sekarang.

Jalan tersebut menghubungkan Jalan Danliris dan Jalan Fajar Indah. Kedua jalur itu merupakan akses masuk menuju pintu Tol Klodran.
"Jika tidak ada respons, warga akan menambah pohon pisang di tengah jalan berlubang di Blulukan Timur itu. Bahkan, warga juga akan menanami rumput gajah," ujarnya.Sementara itu, Kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat Kabupaten Karanganyar Edi Sriyatno menyatakan, pihaknya sudah meminta Bina Marga untuk melakukan cek lapangan.Hal itu, kata dia, untuk mengetahui ruas jalan Blulukan Timur Colomadu itu, masuk jalan kabupaten atau desa.”Jika jalan kabupaten akan segera diperbaiki, tetapi pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa jika ruas jalan itu milik desa,” pungkasnya. Penulis: Ali MuntohaEditor: Ali MuntohaSumber: AntaraJateng

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler